Bentuk-Bentuk gunung berapi dan Tipe letusannya
1. Stratovolcano
Gunung api Stratovolcano ini berbentuk
seperti kerucut. Puncak gunung api ini semakin lama semakin tinggi karena
endapan dari erupsi lava dan bahan piroklastik yang berasal dari kawah gunung.
Pembentukan stratovolcano ini terjadi di zona subduksi. Gunung ini banyak
terbentuk di daerah subduksi lempengan dengan jenis lava dominan andesit atau
asam. Di Indonesia gunung api strato paling banyak dijumpai. Sayangnya, gunung
inilah yang paling berbahaya karena mengingat letusannya yang lebih kuat
dibandingkan dengan bentuk gunung lain. Contoh gunung api ini adalah Gunung
Merapi, Gunung Tangkubanperahu, Gunung Semeru, Gunung Sinabung, Gunung galunggung,
Gunung kelud.
Merapi
2. Cinder Volcano
Gunung api ini memiliki karakteristik
lubang kepundannya yang berbentuk seperti corong/kubah dengan kemiringan lereng
yang curam. Gunung api ini memiliki letusan yang sangat besar berjenis
stromboli. Gunung jenis ini terbentuk dari endapan debu vulkanis yang membentuk
bukit kecil memutar setinggi 300 an meter. Contoh gunung api yang bertipe ini
adalah Gunung Vesuvius di Italia, Gunung Ilamatepec di El Salvador.
Vesuvius
3. Shield Volcano
Gunung api ini berbentuk seperti perisai
atau tameng. Bentuk gunung api ini relatif datar dan landai karena jenis lava
yang dierupsikan merupakan lava cair bersifat basalt. Karenanya bentuk gunung
ini tidak tinggi namun memiliki diameter gunung yang lebih besar dari
tingginya, dan memiliki puncak yang rata. Shield volcano banyak terbentuk pada
zona hot spot di tengah samudera. Diameter gunung ini bervariasi dari mulai
ratusan meter hingga 100 KM. Sedangkan ketinggian gunung ini hanya rata rata
1/20 dari lebarnya. Kemiringan lereng tersebut sangat lembut dari 2-3 derajat
namun ditengah akan menjadi sangat curam hingga 10 derajat. Contoh gunung api
ini adalah Gunung Maona Loa dan kilauea di Hawai.
Maona Loa
4. Maar Volcano
Gunung api ini terbentuk dari erupsi eksplosif dan dikendalikan oleh dapur
magma yang dangkal. Ketinggian gunung api ini rendah dan pasca letusan biasanya
akan terbentuk danau yang dasarnya relatif kedap air. Contoh Maar Volcano
adalah Eichholz Maar.
Eichholz maar
5. Caldera
Adalah gunung api yang terbentuk karena
runtuhan puncak gunung api sebelumnya. Gunung ini merupakan sisa dari letusan
dahsyat yang menghancurkan kepudannya sehingga terbentuk kawah yang sangat luas
dan di dalam kompleks kawah tersebut sering muncul gunung api baru seperti
Kaldera Bromo, Yellowstone dan Kandela Blanca di Pulau Kanari(Barat Laut Afrika).
Diameter dari gunung ini lebih dari 1 km. Umumnya berupa gunung mati yang
terisi oleh air dan menjadi danau Kaldera.
Proses terbentuknya kaldera
6. Supervolcano
Supervolcano memiliki karakteristik dapur magma yang sangat luas yang
terbentuk selama ribuan tahun sebelum akhirnya meledak. Supervolcano lebih
sulit diidentifikasi di permukaan bumi karena letaknya yang bisa dimana saja. Supervulkano
terjadi ketika magma dibumi naik ke kerak tetapi tidak mampu melewati kerak
meningkatnya tekanan membuat kerak tidak dapat menahan tekanan. Supervolcano
dapat meledak dengan sangat dahsyat dan bisa menyebabkan perubahan cuaca dan
iklim makro di bumi dengan drastis yang dapat mengancam spesies didunia. Hingga
saat ini kira-kira terdapat 40 supervolcano yang terdapat di bumi. Contohnya seperti
Gunung Taupo di Selandia Baru, Danau Toba di Indonesia.
Tipe
letusan gunung berapi
- · Tipe Hawai
- · Tipe Stromboli
- · Tipe Plateau Basalt
- · Tipe Pelean dan Vulkanian
- · Tipe Celah
- · Tipe gunung api dasar laut
- · Tipe Merapi
- · Tipe Freatik







Komentar
Posting Komentar